PINTAR, RAJIN, DAN HOKI

Oleh : Laura Rebeca Chandra

115200148

 

Sering sekali kita mendengar teman-teman kita berucap seperti di atas, atau mungkin kita juga sering mengucapkannya. Pintar, Rajin, dan Hoki, ketiganya terasa seperti tiga hal yang paling gak mungkin terjadi barsamaan. Padahal kalau kita telaah lagi, ketiga topik tersebut bisa saja saling berkesinambungan. Mari kita baca penjelasannya dibawah.


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pintar berarti pandai, cakap, cerdik, dan banyak akal. Pintar juga bisa diartikan sebagai mahir melakukan atau mengerjakan sesuatu.  Biasanya, kata pintar ini identik dengan pendidikan. Di sekolah, kita sering sekali mendengar kata ‘anak pintar’, terutama saat SD dimana anak pintar berarti pintar di semua mata pelajaran. Lalu masuk kepada masa SMP dimana mata pelajaran sudah mulai terbagi-bagi dengan guru yang juga masing-masing berbeda tergantung mata pelajarannya. Setiap guru memiliki nama muridnya sendiri untuk dicap sebagai ‘anak pintar’. Teman-teman saat SMP pun juga sudah bisa melihat yang mana temannya yang pintar di Matematika, yang mana yang pintar di Biologi. Saat itu mulai terlihat pengkotak-kotakkan yang ada.

Lalu masa SMA, dimana yang banyak orang bilang masa yang seru dan menyenangkan dibanding SD dan SMP, pada tahap ini banyak yang mulai mengotakkan tidak hanya pintar, tapi juga rajin; rajin mencatat, rajin mendengarkan, rajin belajar, rajin bimbel, dan rajin-rajin lainnya. Pintar dan rajin menjadi dua hal yang berbeda, dimana sebenarnya jika kita rajin mencatat, lalu belajar catatan itu, kita juga bisa jadi pintar.

Lalu masuklah kepada kata ‘ajaib’, Hoki. Menurut Wikipedia, kata Hoki ini adalah kata serapan Bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Hokkien hok-khi yang berarti “ nasib baik, untung ”. Menurutmu, apakah kata hoki bisa disamaratakan dengan pintar dan rajin? Tidak.

 

Kita ambil contoh ketika para lulusan SMA mendaftarkan diri ke Perguruan Tinggi Negeri. Masuk PTN bukanlah hal yang mudah karena persaingannya satu Indonesia. Perlu ada nyali dan pengetahuan yang luas, apalagi jika mau masuk PTN ternama. Mereka yang mendaftar, mengikuti tes, hingga akhirnya berhasil lolos, itu semua bukan sebuah kehokian, tapi perjalanan dan pengalaman yang panjang dan berat. Selain fisik dan mental, otak juga bekerja keras. Pada akhirnya, seperti pepatah yang mengatakan hasil tidak akan mengkhianati usaha.

Bagaimana jika hal itu terjadi pada dirimu? Sudah berusaha keras, dibilang masuk karena hoki. Apakah tidak akan sakit hati karena usahanya selama ini tidak dilirik sedikitpun? Kita juga perlu hati-hati dalam bercakap karena ucapan seperti itu bisa membuat orang tersebut menjadi minder.

 

Pintar, Rajin, dan Hoki adalah ketiga hal yang bisa terjadi bersamaan. Tapi yang harus digaris bawahi bahwa hoki yang dimaksud adalah ketika terjadi sesuatu yang sangat nyaris atau hampir membuat seseorang tergeser. Semua ini kembali lagi kepada sifat dan perilaku manusia. Seseorang bisa pintar karena belajar, bisa rajin karena mau berusaha, bisa pintar karena rajin, bisa sukses karena kerja keras. Kesuksesan bukan karena hoki atau keberuntungan semata, tapi karena adanya kerja keras, ketekunan, sifat mau belajar, dan menerima kegagalan.

 

 



 

 

Comments

  1. Jd nostalgia sma dehh 🥺🥺

    ReplyDelete
  2. Sangat membuka pemikiran untuk semua orang terutama pelajar karena hoki mungkin memang terjadi, tapi usaha dan kerja keras tanpa menyerah merupakan perjuangan indah yang harus dinikmati dalam mendapatkan hasil yang memuaskan. Artikel bagus.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog